Legal protection of legitieme portie heirs in Indonesian inheritance law

Authors

  • Arvita Hastarini Universitas Widya Mataram, Indonesia
  • Asma Karim Universitas Widya Mataram, Indonesia
  • Amalia Shintawati Universitas Widya Mataram, Indonesia

Keywords:

Absolute Right of Heirs, Heirs' Legal Protection, Legitieme Portie

Abstract

Ahmad, A. N., & Budhiawan, A. (2024). Pembatalan Akta Hibah karena Melanggar Legitimate Portion dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata: Studi Putusan No. 17/Pdt. G/2021/PN Klb. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 9(2), 58–69. DOI: https://doi.org/10.32505/muamalat.v9i2.9841

Andriyani, S., Wahyuningsih, W., & Irfan, M. (2021). Konsep Dan Pengaturan Ligitime Portie Dalam Pewarisan Menurut Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jatiswara, 36(1), 92–103. DOI: https://doi.org/10.29303/jatiswara.v36i1.283

Fathurrozy. (2018). Keabsahan Akta Hibah Waris yang Melebihi Legitime Portie Ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 2(1). DOI: https://doi.org/10.33474/hukeno.v2i1.1064

Lauhul Mahfudz, "Analisis Perbandingan Hukum Waris Perdata dan Hukum Kewarisan Islam di Indonesia," Jurnal Hukum Keluarga Islam El-Qisth 7, no. 2 (2024): 1–12, DOI https://doi.org/10.47759/0nj37310:

Azni, A. (2015). Eksistensi Hibah dan Posibilitas Pembatalannya dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. An-Nida’, 40(2), 100–109.DOI: https://doi.org/10.24014/an-nida.v40i2.1499

Zulkarnain, Rusli, & Syafe'i. (2023). Pembatalan Hibah dalam Hukum Islam dan Perdata Indonesia dalam Teori Perikatan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 4(2). DOI https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i2.4182.

Firdausy, V. (2022). Ligitime Portie dalam Pewarisan Menurut Kitab Undang Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam. Uniska Law Review, 3(1), 73–87. DOI https://doi.org/10.32503/ulr.v3i1.2508

Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 57(11).

Juli, D. E. P., Adis, A. N. Y., & Endang, H. E. W. (2024). Hibah Dan Hak Waris: Studi Perbandingan Undang-Undang Dan Kompilasi Hukum Islam (Khi). Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 7(2), 106–120. DOI https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v7i2.3458

Khairuddin, K. (2022). Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan KUH-Perdata terhadap Penarikan Tanah Hibah. Journal of Judicial Review, 24(1), 91–104.DOI https://doi.org/10.37253/jjr.v24i1.6310

Manan, A. (2006). Aneka masalah hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana

Marzuki, M. (2017). Penelitian hukum: Edisi revisi. Jakarta. Prenada Media.

Mertokusumo, S. (2008). Mengenal Hukum (Suatu Pengantar), cetakan keempat. Liberty, Yogyakarta.

Pangemanan, M. M. (2016). Kajian Hukum atas Hak Waris Terhadap Anak Dalam Kandungan Menurut KUHPerdata. Lex Privatum, 4(1), 154912.

Priyadi, A. (2026). Penerapan Ketentuan Tentang Hibah Berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI). Wijayakusuma Law Review, 8(1), 1–7. DOI https://doi.org/10.51921/wlr.kr8srx76

Ichsan, M., Dewi, E., Harahap, N. K., & Hsb, P. H. (2024). Al-Takharuj Sebagai Modernisasi Pembagian Hukum Waris di Indonesia. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 13(1). DOI https://doi.org/10.30651/mqsd.v13i1.23762

Saepullah, U. (2015). Pemikiran Hukum Islam tentang Hibah dalam KHI (Analisis Fiqh dan Putusan Mahkamah Agung).

Sari, I. (2014). Pembagian hak waris kepada ahli waris ab intestato dan testamentair menurut hukum perdata barat (bw). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 5(1).DOI https://doi.org/10.35968/jh.v5i1.99

Suciati, N., Syarif, A., & Nurhalisa, A. D. (2026). Perlindungan Hak Legitieme portie Ahli Waris atas Hibah Pewaris yang Menyebabkan Pembagian Waris Tidak Merata Menurut KUH Perdata. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 25(1), 132–153. DOI https://doi.org/10.30863/ekspose.v25i1.11361

Suparman, M. (2022). Hukum waris perdata. Jakarta, Sinar Grafika.

Suroso, J. T. (2021). Pembatalan Pemberian Akta Hibah Yang Melanggar Legitieme Portie Ditinjau Dari Persfektif Hukum Perdata Indonesia. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 20(2), 46–54. DOI https://doi.org/10.32816/paramarta.v20i2.109

Ulya, Z. (2017). Hibah perspektif fikih, KHI dan KHES. Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 7(2), 1–23. DOI https://doi.org/10.15642/maliyah.2017.7.2.1-23

References

Ahmad, A. N., & Budhiawan, A. (2024). Pembatalan Akta Hibah karena Melanggar Legitimate Portion dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata: Studi Putusan No. 17/Pdt. G/2021/PN Klb. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 9(2), 58–69. DOI: https://doi.org/10.32505/muamalat.v9i2.9841

Andriyani, S., Wahyuningsih, W., & Irfan, M. (2021). Konsep Dan Pengaturan Ligitime Portie Dalam Pewarisan Menurut Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jatiswara, 36(1), 92–103. DOI: https://doi.org/10.29303/jatiswara.v36i1.283

Fathurrozy. (2018). Keabsahan Akta Hibah Waris yang Melebihi Legitime Portie Ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 2(1). DOI: https://doi.org/10.33474/hukeno.v2i1.1064

Lauhul Mahfudz, "Analisis Perbandingan Hukum Waris Perdata dan Hukum Kewarisan Islam di Indonesia," Jurnal Hukum Keluarga Islam El-Qisth 7, no. 2 (2024): 1–12, DOI https://doi.org/10.47759/0nj37310:

Azni, A. (2015). Eksistensi Hibah dan Posibilitas Pembatalannya dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. An-Nida’, 40(2), 100–109.DOI: https://doi.org/10.24014/an-nida.v40i2.1499

Zulkarnain, Rusli, & Syafe'i. (2023). Pembatalan Hibah dalam Hukum Islam dan Perdata Indonesia dalam Teori Perikatan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 4(2). DOI https://doi.org/10.33367/ijhass.v4i2.4182.

Firdausy, V. (2022). Ligitime Portie dalam Pewarisan Menurut Kitab Undang Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam. Uniska Law Review, 3(1), 73–87. DOI https://doi.org/10.32503/ulr.v3i1.2508

Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 57(11).

Juli, D. E. P., Adis, A. N. Y., & Endang, H. E. W. (2024). Hibah Dan Hak Waris: Studi Perbandingan Undang-Undang Dan Kompilasi Hukum Islam (Khi). Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 7(2), 106–120. DOI https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v7i2.3458

Khairuddin, K. (2022). Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan KUH-Perdata terhadap Penarikan Tanah Hibah. Journal of Judicial Review, 24(1), 91–104.DOI https://doi.org/10.37253/jjr.v24i1.6310

Manan, A. (2006). Aneka masalah hukum perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana

Marzuki, M. (2017). Penelitian hukum: Edisi revisi. Jakarta. Prenada Media.

Mertokusumo, S. (2008). Mengenal Hukum (Suatu Pengantar), cetakan keempat. Liberty, Yogyakarta.

Pangemanan, M. M. (2016). Kajian Hukum atas Hak Waris Terhadap Anak Dalam Kandungan Menurut KUHPerdata. Lex Privatum, 4(1), 154912.

Priyadi, A. (2026). Penerapan Ketentuan Tentang Hibah Berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI). Wijayakusuma Law Review, 8(1), 1–7. DOI https://doi.org/10.51921/wlr.kr8srx76

Ichsan, M., Dewi, E., Harahap, N. K., & Hsb, P. H. (2024). Al-Takharuj Sebagai Modernisasi Pembagian Hukum Waris di Indonesia. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 13(1). DOI https://doi.org/10.30651/mqsd.v13i1.23762

Saepullah, U. (2015). Pemikiran Hukum Islam tentang Hibah dalam KHI (Analisis Fiqh dan Putusan Mahkamah Agung).

Sari, I. (2014). Pembagian hak waris kepada ahli waris ab intestato dan testamentair menurut hukum perdata barat (bw). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 5(1).DOI https://doi.org/10.35968/jh.v5i1.99

Suciati, N., Syarif, A., & Nurhalisa, A. D. (2026). Perlindungan Hak Legitieme portie Ahli Waris atas Hibah Pewaris yang Menyebabkan Pembagian Waris Tidak Merata Menurut KUH Perdata. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 25(1), 132–153. DOI https://doi.org/10.30863/ekspose.v25i1.11361

Suparman, M. (2022). Hukum waris perdata. Jakarta, Sinar Grafika.

Suroso, J. T. (2021). Pembatalan Pemberian Akta Hibah Yang Melanggar Legitieme Portie Ditinjau Dari Persfektif Hukum Perdata Indonesia. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 20(2), 46–54. DOI https://doi.org/10.32816/paramarta.v20i2.109

Ulya, Z. (2017). Hibah perspektif fikih, KHI dan KHES. Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 7(2), 1–23. DOI https://doi.org/10.15642/maliyah.2017.7.2.1-23

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Hastarini , A., Karim, A., & Shintawati, A. (2026). Legal protection of legitieme portie heirs in Indonesian inheritance law. Requisitoire Law Enforcement, 18(1), 28–38. Retrieved from https://ejournal.cria.or.id/index.php/relae/article/view/470