Use of Turi Leaf Powder (Sesbania grandiflora) in Artificial Feed to Increase Growth and Survival of Gourami (Osphronemus gouramy)

Authors

  • Yuni Tri Dia Vega Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia
  • Eka Indah Raharjo Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia
  • Farida Farida Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59651/cceria.v16i4.9

Keywords:

Turi Leaf Flour, Growth, Gouramy

Abstract

This study aims to determine the best and appropriate percentage of turi leaf meal used in artificial feed compositions to increase the growth and survival of gourami, while the benefit of this study is as a source of information for fish farmers regarding the best percentage of turi leaf meal for growth and survival. live gourami. The research was conducted in October-December 2016 at the Fisheries Wet Laboratory, Muhammadiyah University, Pontianak, West Kalimantan. for 70 days, including 10 days of preparation of tools and materials and 60 days of research observation. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatment with the use of turi leaf flour is Treatment A: 0% turi leaf flour in feed (control), Treatment B: Turi leaf powder 15% in feed, Treatment C: Turi leaf powder 30% in feed and Treatment D: Turi leaf powder 45% in feed. Based on research results. Based on the results of research regarding the percentage of use of turi leaf flour that is the best and appropriate in the composition of artificial feed to increase the growth and survival of gourami which was carried out for 60 days, the following conclusions were obtained: (i) Treatment C with a percentage of use of turi leaf flour 30% gave the best specific weight and length growth values with each value of 3.80% and 3.40%. (ii) The best feed conversion value is found in treatment C, which is 2.56. (ii) The best survival value in treatment C is 86.67%. (vi) The best protein and fat retention values in treatment C were 33.91% and 39. 74% and the water quality parameter during observation was temperature 27-32°C pH ranged from 5.0-6.0. Dissolved oxygen is 4.0-5.0 ppm and NH3 ranges from 0.25-0.50 ppm.

References

AAK .1983. Hijauan Makanan Ternak Potong, Kerja dan Perah. Kansius. Yogyakarta. 82 hlm.

Agromedia . 2007. Panduan Lengkap Budidaya Gurami. Agro Media. Jakarta Anggraenia. 2010. Budidaya Pendederan dan Pembesaran Ikan Gurami. http://anggraenia08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/budidaya-pendederan- dan-pembesaran-ikan-gurami/. Akses 1 Mei 2016

Akbar, S. 2000. Meramu Pakan Ikan Kerapu Bebek, Lumpur, Macan, Malabar. Penebar Swadaya. Jakarta. 56 hlm.

Aslamyah, S., Hasni Y. Azis. Sriwulan. Komang G. Wiryawan. 2009. Mikroflora Saluran Pencernaan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lacepede). Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Departemen Nutrisi Fak. Peternakan Intitut Pertanian Bogor, Bogor 16680.

Barrows, F. T., dan W. A. Lellis. 1996. Diet and Nutrition. Dalam: Wa//eve Culture, Summerfelt (Ed.). NRAC Culture Series 101, North Central Regional Center Publications Office, Iowa State University, Ames, IA, pp. 315.

Boyd, Glaude E. 1982. Water Quality Management For Pond Fish Culture. Amsterdam. Oxford. New York. Elsevier Scientific Publishing Company. p; 19-32.

Boyd, C.E., 1988, Water Quality Management for Pond Fish Culture, Elsevier Scientific Publishing Company, New York.

Buwono. 2000. Kebutuhan Asam Amino Essensial dalam Ransum Pakan Ikan. Kanisisus. Yogyakarta. Hal 24-39.

Cholik. F, Artati dan Arifudin, 1986. Pengelolaan Kualitas Air Kolam. INFIS Manual seri Nomor. 26. Dirjen Perikanan. Jakarta.

Cholik, F., A.G. Jagatraya,Poernomo dan A. Jauzi. 2005. Akuakultur : Tumpuan Harapan Masa Depan Bangsa. Penerbit Masyarakat Perikanan Nusantara dengan Taman Akuarium Air Tawar, TMII. Jakarta.

Dani N.,Budiharjo A., Listyawati S,. 2005. Komposisi Pakan Buatan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kandungan Protein Ikan Tawes ( Puntius javanicus Blkar ). Penelitian. Universitas Sebelas Maret ( UNS ) Surakarta. Hal 83-90.

De Silva, S.S. and A. Anderson. 1995. Fish Nutrition in Aqua Culture; The First Series. London: Chapman and Hall.

Dani, N., P. Agung B, L Shanti. 2005. Komposisi Pakan Buatan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kandungan Protein Ikan Tawes (Puntius javanicus Blkr). ISSN : 1411-321 x. 7(2) : 83-90.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. 2011. Statistik Perikanan Taangkap Provinsi Kalimantan Barat.

Djajasewaka, H. 1995. Pakan Ikan. CV Yasaguna, Jakarta. Djuanda T., 1981. Dunia Ikan. Armico. Bandung. 191 Halaman.

Duke, J.A.,1983. Handbook of Energy Crops. NewCROPS website, Purdue University.

Effendi, I. 1997. Pengantar Aquakultur.Penebar Swadaya. Jakarta.

Effendie, M. I., 1978. Biologi Perikanan. Bagian I, Study Natural History. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 105 hal.

Effendie, H. 1997. Metode Penelitian Survey. Jakarta : PT. Pustaka LP3S Indonesia.

Einsniinger, M. E., I. E. Oldfield and W.W. Heinemann. 1990. Feeds and Nutrition. 2th Edition. The Einsrninger Publishing Company. California.

Firmani, U, 2006. Pemanfaatan Tepung Daun Turi (Sesbania grandflora pers.) Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus). [Skripsi]. Fakijltas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya

Fitri, A.D. Purnama, dan Asriyanto. 2009. Fisiologi Organ Penglihatan Ikan Beronang Dan Kakap Berdasarkan Jumlah Dan Susunan Sel Reseptor Cone dan Rod. Prosiding. PS. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-UNDIP.

Gaffar, A. K. Dan Z. Nasution. 1990. Upaya Domestikasi Ikan Perairan Umum Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 9(4) : 69-75.

Gafhani, Al., T. Iskandar.,Astuti S. 2012. Pengaruh Kepadatan Terhadap Kelangsungan Hidup Kerapu bebek (Cromileptes altivelis) Pada Pendederan Kedua. Jurnal Perikanan dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Vol. 3. No. 4.

Gusrina. 2008. Budidaya Ikan Jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Dierektorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta. 119 hal.

Hanafiah, K.A. 2008. Rancangan Percobaan Aplikatif : Kondisional Bidang Pertanaman, Peternakan, Perikanan, Industri dan Hayati. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. xiv 188 hlm. 21 cm.

Kartikaningsih, H. 2001. Peranan Chitin dari Limbah Pengolahan udang sebagai Pemacu Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus Gourami )(Lacepede). Jurnal-jurnal Hayati. Universitas Negeri Malang.

Khairuman & Amri. 2003. Pembenihan dan Pembesaran Gurami Secara Intensif. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Khemas Ali Hanafiah. 1991. Rancangan percobaan, teori, dan aplikasi. Rajawali Press. Jakarta.

Kordi, G. 2005. Budidaya Ikan Patin. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.

Kordi, K. dan M. Ghufran. 2010. Budi Daya Ikan Air Tawar di Kolam Terpal. Yogyakarta: Lily Publisher.

Lies Setijaningsih, Otong ZenaiArifin, dan Rudhy Gustiano. 2007. Karakterisasi Tiga Strain Ikan Gurame ( Osphronemus gouramy Lac.) Berdasarkan Metode Truss Morfometriks. Balai Riset Perikanan BudidayaAir Tawar, Bogor

Lingga. P., 1985 Ikan Mas Dalam Kolam Air Deras. Penebar Swadaya.Jakarta 63 Hal.

Listyawati, S.,P.D. Ning dan A. Budiharjo. 2005. Komposisi Pakan Buatan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kandungan Protein Ikan Tawes (Puntius javanicus Blkr.) BioSMART Volume 7, Nomor 2 Halaman: 83-90.

Lukito,A., & Prayugo, S. 2007. Panduan Lengkap Lobster Air Tawar. Penebar Swadaya.Jakarta

Mahyuddin, K. 2009. Panduan Lengkap Agribisnis Ikan Gurami. Penebar Swadaya, Jakarta. 252 hlm.

Mudjiman, A. 2001. Makanan Ikan. Penerbit : Penebar Swadaya, Jakarta. 190hlm. Millamena, Oseni M, Relicado M. Coloso and Felicitas P. Pascual. 2002.

Nutrition in Tropical Aquaculture. Southeast Asian Fisheries Development Center. Tigbauan, Iloilo, Philippines.

Rukmana, H.R. 2005. Seri Penangkaran Ikan Gurami Pembenihan dan Pembesaran. Kanisius. Yogyakarta.71 hal.

Samuel., S. Adjie., dan Subagja. 2002. Inventarisasi dan Distribusi Biota serta Karakteristik Habitat Sungai Musi. Laporan Teknis BRPPU Palembang. 32 hal.

Santoso, L. 2006. Pengaruh Pemberian Pakan Naupli Artemia Yang Diperkaya dengan Squelen Pada Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan kelulushidupan Juvenil Kuda laut. Jurnal Saintek Perikanan, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung. Vol.2, No. 1. : 83-93.

Sarwono, B., Sitanggang, M., 2007. Budidaya Gurami. Penebar Swadaya. Jakarta

Schrnittows, H. R. 1992.Budidaya Kerarmba Ikan di Suatu Metode Produksi Indonesia. Proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Auburn University Centre of Agriculture.

Sidi Asih, dan G.H. Huwoyon. 2009. Domestifikasi Ikan Lokal Kalimantan Barat. Proseding Seminar Hasil Penelitiann Perikanan Air Tawar 2010. Balai Penelitian Perikanan Air Tawar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Bogor.

Downloads

Published

2022-10-30

How to Cite

Vega, Y. T. D., Raharjo, E. I., & Farida, F. (2022). Use of Turi Leaf Powder (Sesbania grandiflora) in Artificial Feed to Increase Growth and Survival of Gourami (Osphronemus gouramy). Contributions of Central Research Institute for Agriculture, 16(4), 112–121. https://doi.org/10.59651/cceria.v16i4.9