Effectiveness of shallot peel extract as a natural growt regulator on the seed viability of sweet corn (Zea mays L.)
Keywords:
Liquid Organic Bio-stimulant, Physiological Viability, Seed Vigor, Shallot Peel, Sweet Corn SeedAbstract
Sweet corn (Zea mays L.) represents a vital cereal crop with high commercial value and a steadily rising consumption rate in Indonesia. Securing premium seed lots with high viability and seedling vigor remains a fundamental prerequisite for maximizing open field agronomic success. This study explored an eco friendly approach to enhance seed physiological quality through sowing seed treatments utilizing a liquid organic formulation derived from shallot (Allium ascalonicum L.) peel waste, which contains significant amounts of endogenous phytohormones such as auxins and gibberellins. A nonfactorial Completely Randomized Design (CRD) was employed, evaluated across five concentration levels: P0 (control), P1 (100 mL/L), P2 (200 mL/L), P3 (300 mL/L), and P4 (400 mL/L), with three replications. The monitored parameters included germination percentage, maximum growth potential, germination synchrony, vigor index, seedling height, and primary root length. The empirical results demonstrated that the application of shallot peel based liquid organic formulation significantly enhanced all physiological quality parameters. The P4 treatment (400 mL/L) produced the most profound biostimulatory response, resulting in a 94.66% germination percentage, 94.67% maximum growth potential, 89.33% growth synchrony, 94.66% vigor index, a seedling height of 12.54 cm, and a primary root length of 24.59 cm by the end of the observation period. These discoveries indicate that shallot peel residues can serve as an effective, sustainable, and low-cost bio-stimulant to boost initial seedling performance in sustainable crop production systems.
References
Agustina, S., S.T. Jelie dan Porong, J. V. 2024. Respon viabilitas dan vigor benih jagung pulut (Zea mays var. ceratina L.) yang mengalami penyimpanan terhadap pemberian ekstrak bawang merah. Jurnal MIPA. 13(1):18–22.
Amelia, S., Indriasari, R., Septiani, D., Rahma, E., Adha, M. N., Rozak, R. W. A., dan Sugiarti, Y. 2023. Pengujian efektivitas pupuk kulit bawang merah dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan bawang daun. Jurnal Sosiologi Pertanian dan Agribisnis (JUSPA). 5(2):36–42.
Dinas Pertanian Kota Baubau. 2024. Realisasi Luas Tanam, Luas Panen, Produksi, dan Produktifitas Tanaman Pangan, Kota Baubau 2024.
Fahmi, M. A. M. 2026. Pengaruh perbedaan kemasan terhadap mutu fisiologis benih ortodoks pada masa penyimpanan. Jurnal Folium. 10(1):40-49.
Hayati, N., Fitriyah, L. A., Berlianti, N. A., dan Af’idah, N. 2022. Optimization of Shallot Waste as Organic Liquid Fertilizer for Vegetable Ornamental Plant Cultivation. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat). 7(1):739–746.
Jurhana UM dan Ichwan M. 2017. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik. e-J. Agrotekbis. 5(3):324-328.
Kanahaya, D., D. Pebriyanti, A. Royani dan Annisa Mawardini. 2025 Pemanfaatan limbah dapur sebagai pupuk organik cair (POC) serta efetivitasnya pada tanaman sawi (Brassica Juncea L.) Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL). 7(2): 37-46.
Laili, N. F., T. Kurniastuti dan P. Puspitorini. Respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum Var. Longun L.) terhadap pemberian dosis pupuk NPK dan bokashi. Jurnal Viabel Pertanian. 14(1):37-43.
Masruhing, B., Hasrianti dan Abdullah, A. 2018. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang dan Pupuk Organik Cair. Jurnal Agrominansia. 3(2):141-149.
Mooy, H., Nuraini, A., dan Sumadi, S. 2021. Respons perkecambahan benih jagung manis terhadap konsentrasi dan lama perendaman giberelin pada suhu lingkungan yang berbeda. Kultivasi. 20(1):53-61.
Rahayuningsih, T. dan Ariyanto, F. A. B., 2025. Uji Viabilitas dan Vigor benih beberapa varietas padi (Oryza sativa) setelah melewati betas masa edar. Botani: Publikasi Ilmu Pertanian dan Agribisnis. 2(3):178-191.
Saefas, S. A., Rosniawaty, S., & Maxiselly, Y. 2017. Pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh alami dan sintetik terhadap pertumbuhan tanaman teh (Camellia sinensis L.) O. Kuntze Klon GMB 7 setelah Centering. Kultivasi,16(2): 368-372.
Sekoh, R., Tumbelaka, S., dan Lumingkewas, A. M. W. 2021. Kajian Mutu Tanaman Jagung Pulut (Zea Mays cetarina L.) di Kabupaten Bolaang Mongodow. Cocos. 13(1)
Selvia, S., Indah Amelia Jupani, Dea Sartika, Indayana Febriani Tanjung, & Febry Ramadhani. 2023. Pengaruh pemberian air, MSG (Monosodium Glutamate) dan garam NaCl terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai Capsicum Annuum L.). Jurnal Pendidikan Mipa. 13(1):10–15.
Wibowo, A., Satrio, N., Barunawati, N. dan Maghfoer, M. D. 2017. Respon Hasil Tanaman Jagung Manis terhadap Pemberian KCl dan Pupuk Kandang Ayam. J. Produksi Tanaman. 5(8):1381-1388.
Yulianti, Andi N, Azhar A, Muhidin, Mirza AA, dan Gusti AKS. 2023. Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.). Journal Agricultural Sciences. 3(2):88-93.
Zebua, C. S. 2025. Memanfaatkan air irisan bawang merah untuk meningkatkan kualitas perkecambahan benih buncis (Phaseolus vulgaris). PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan. 2(2): 183-188.








