The Relationship of Wheat Flour Mix with Maizena and Sodium Carbonate to the Quality of Crispy Potatoes
DOI:
https://doi.org/10.59651/cceria.v16i3.1Keywords:
Crispy Potatoes, Grist Flour, Corn Starch, Sodium CarbonateAbstract
The aim of this research was to find the effect of mixture grist flour and corn starch with sodium carbonate on the quality of potatoes crispy. The research had been performed using completely randomized design (CRD) with 2 factors, i.e: sum of grist flour and corn starch (3:1) (C) (25%, 30%, 35%, and 40%) and percentage of sodium carbonate (P) (0.10%, 0.15%, 0.20% and 0.25%). Parameters analysed were lipid content (%), free fatty acid (%), water content (%), and organoleptic values (colour, taste, and crispisity). The result showed that sum mixture of grist flour and corn starch had highly significant effect on free fatty acid, water content, organoleptic values (colour, taste and crispisity) and had no significant effect on lipid content. Percentage of sodium carbonate had highly significant effect on free fatty acid and organoleptic value of crispisity, had significant effect on water content, and had no significant effect on lipid content and organoleptic values (colour and taste). Interaction of sum mixture grist and corn starch with percentage of sodium carbonate had significant effect on free fatty acid and water content and had no siginifant effect on lipid content and organoleptic values (colour, taste,and crispisity). To yield crispy potatoes which have crispisity and taste delicious with using the sum of mixture grist and corn starch 25%, and sodium carbonate 40%.
References
Al arif, 2008. Cara Mudah Untuk Membuat Keripik Buah dan Sayur, dan Menjadi Pengusaha Makanan Ringan, Yang Bisa Dilakukan Siapa Saja, di Seluruh Indonesia. http://www.Mesin produksi.com [12 Februari 2008].
Baliwati, Y.F ., A. Khomsan dan C.M. Dwiriani, 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Bangun, M.K., 1991. Perancangan Percobaan. Fakultas Pertanian USU-Press, Medan.
Cahyadi, W., 2006 Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi Aksara, Jakarta.
Chichester, C. E. and F.W. Tanner, 1975. Antimicrobia Food Additives. Chemical Rubber Co., Amsterdam.
Departemen Kesehatan, R.I., 1989. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bhratara, Jakarta.
De Man, J.M., 1997. Kimia Makanan. Penerjemah K.Padmawinata. ITB-Press, Bandung.
Desrosier, N.W., 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Terjemahan M. Muljohardjo. UI Press, Jakarta.
Evawati, A.A., 1997. Mempelajari Proses Pembuatan Keripik Ubi Kayu Kajian Lama Gelatinisasi Serta Analisa Finansial. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.
Fardiaz, 1986. Hidrokoloid dalam Industri Pangan. Jurusan Tekhnologi Pangan dan Gizi, IPB-Press, Bogor.
Harsono., U. Budiharti dan Suparlan, 2006. Pengembangan Alsin Pengolahan Tepung Maizena Cara Basah ( Corn Wet Milling System ) Skala Kecil. http://ntb.litbang.deptan.go.id. [25 Februari 2008].
Iptek, 2008. Kentang Family Solanaceae. http://www.iptek.net.id. [12 April 2008].
Istiningsih, N., 2003. Pengaruh Arah Irisan dan Konsentrasi Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Mutu Keripik Kentang (Solanum Tuberosum L.). http://www.asiamaya.co.id. [12 Februari 2008].
Kadri, A., 2000. Penuntun Praktikum Analisa Kuantitatif, Titrasi Organik dan Gravimetri. Fakultas kedokteran USU, Medan
Ketaren, S., 1986. Pengantar Tekonologi Minyak dan Lemak Pangan. UI-Press, Jakarta.
Maryati, H.S., 2000. Tata Laksana Makanan. Rineka Cipta, Jakarta.
Novary, E,W., 1997. Penanganan dan Pengolahan Sayuran Segar. Penebar Swadaya,Jakarta.
Pantastico, ER. B., 1993. Fisiologi Pasca Panen Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayur–Sayuran Tropika dan Subtropika. Terjemahan Kamariyani. UGM-Press, Yogyakarta.
Purba, A dan H. Rusmarilin, 1985. Dasar Teknologi Pengolahan Pangan. FP-USU, Medan.
PT. Bogasari Flor Mills Indonesia, 1994. Rahasia dalam Pembuatan Roti, Jakarta.
Raditya, A., 2008. Cabe Merah Ternyata Bukan Asli Indonesia. http://ww.SitusHijau.co.id [16 Juni 2008].
Rubatzky, V. E. and M. Yamaghuci, 1988. Sayuran Dunia 2, Prinsip, Produksi dan gizi. Terjemahan C. Herison. ITB – Press, Bandung.
Satuhu, S., 1996. Penanganan dan Pengolahan Buah. Penebar Swadaya, Jakarta. Setiadi dan S.F. Nurulhuda, 2000. Kentang: Varietas dan Pembudidayaaan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Smith, O., 1968. Potatoes: Production, Storing, Processing. The AVI Publishing Company, Inc. Westport, Connecticut.
Soekarto, S.T., 1985. Penilaian Organoleptik. Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. IPB, Bogor.
Sudarmadji, S., B. Haryono, dan Suhardi, 1984. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty, Yogyakarta.
Sulistyowati, A., 2004. Membuat Keripik Buah dan Sayur. Puspa Swara, Jakarta. Suptijah,P., 2002. Rumput Laut Prospek dan Tantangannya. http://www. Rumputlaut.htm. (20 februari 2008).
Susanto, T dan B. Saneto, 1994. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Bina Ilmu,Surabaya.
Sustrinisniati, D. , D. Mahdan, H. Wiriano dan M. Ridwan, 1995. Pengaruh Pencampuran Tepung dan Penambahan Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) Pada Pembuatan Tepung Campuran Siap Pakai Untuk Penggorengan, Warta Industri Hasil Pertanian Vol-2 No 1-2, BBPIHP, Jakarta.
Syarief, R. dan A. Irawati, 1988. Pengetahuan Bahan untuk Industri Pertanian. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.
Tarwotjo, C. S., 1998. Dasar-Dasar Gizi Kuliner. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
Talburt, W.F. and O. Smith, 1987. Potato Processing. AVI Publishing by Van Nostrand Reinhold Co., New York.
Winarno, F.G., 1993. Gizi, Teknologi, dan Konsumen. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta..
Winarno,F.G dan T.S. Rahayu., 1994. Bahan Tambahan untuk Makanan dan Kontaminasi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.
Winarno, F.G ., S. Fardiaz dan D. Fardiaz, 1980. Pengantar Teknologi Pangan.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.








