Common mistakes in indonesian grammar among students: linguistic analysis and implications for language learning
Keywords:
grammatical errors, affixation, sentence structure, conjunctions, diction, contextual learningAbstract
This study aims to identify and analyze the forms of grammatical errors that are commonly found in the writings of high school students in five major cities in Indonesia. With a qualitative descriptive approach, data was collected through analysis of 50 student essays and interviews with Indonesian teachers. The results showed that there were four main categories of errors, namely morphology (35.8%), syntax (26.6%), conjunction use (21.1%), and diction (16.5%). These errors are caused by weak grammatical comprehension, lack of contextual writing practice, the influence of spoken language and social media, and the lack of discourse-based teaching. These findings reinforce the results of previous studies and confirm the importance of reformulating grammar learning strategies through error-based approaches and authentic texts. The practical implications of this study encourage educators to integrate guided writing exercises, sentence structure exploration, and discourse analysis as part of effective and meaningful Indonesian learning.
References
Azizah, N. (2016). Diksi dalam karya tulis siswa: Studi kasus di sekolah menengah atas. Jurnal Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, 1(2), 99–108.
Chaer, A. (2009). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Corder, S. P. (1974). Error Analysis and Interlanguage. Oxford: Oxford University Press.
Fauzi, A., & Amelia, D. (2020). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku di kalangan remaja. Jurnal Bahasa dan Sastra, 18(2), 112–123.
Harahap, M. A., & Syahrul, A. (2017). Penerapan model pembelajaran berbasis kesalahan dalam pembelajaran menulis. Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(2), 59–71.
Kridalaksana, H. (2011). Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis. Jakarta: Gramedia.
Lestari, N. (2019). Pengaruh membaca intensif terhadap keterampilan memilih diksi siswa SMA. Jurnal Edukasi Bahasa, 7(1), 15–26.
Purnamasari, N. (2020). Strategi guru dalam mengatasi kesalahan berbahasa siswa di kelas XI. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa, 15(2), 121–135.
Rahmawati, D., & Nurhadi, D. (2022). Analisis penggunaan konjungsi dalam esai ilmiah siswa. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 15(1), 77–90.
Santosa, R. (2015). Rekonstruksi pembelajaran tata bahasa di sekolah menengah: Analisis kritis pendekatan struktural. Jurnal Pendidikan Bahasa, 1(1), 1–10.
Setyawati, D. (2020). Kesalahan berbahasa siswa dalam teks eksplanasi: Kajian sintaksis. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 20(1), 88–102.
Siregar, L. M. (2016). Analisis kesalahan berbahasa dalam esai siswa SMA. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 12(1), 45–56.
Sumarsono. (2007). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tahrun, M. (2021). Kesalahan berbahasa dalam karangan argumentatif siswa SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 19(1), 19–32.
Tarigan, H. G. (1986). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wijayanto, A., & Pramesti, F. D. (2018). Analisis kesalahan sintaksis pada teks siswa SMP di Jawa Tengah. Bahastra, 38(2), 101–118.
Wulandari, R. (2019). Analisis kesalahan berbahasa pada karangan naratif siswa SMP. Jurnal Bahasa dan Pembelajaran, 5(3), 221–234.
Yani, D., & Suryani, N. (2018). Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran tata bahasa Indonesia di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 6(1), 43–55.
Zuhriyah, M. (2017). Efektivitas metode penulisan terpandu dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Lingua, 13(2), 233–248.





